Pakaian Tradisional Indonesia
PAKAIAN TRADISIONAL ACEH
BUSANA ADAT GAYO
Wilayah "asal" sukubangsa Gayo terletak di bagian tengah daerah propinsi Daerah Istimewa Aceh. Mereka pendukung suatu kebudayaan yakni kebudayaan Gayo. Kebudayaan ini masih bisa dilihat dalam tiga variasi, yakni variasi kebudayaan Gayo Lut, Gayo Deret (Gayo Luwes), dan Gayo Serbejadi. Dewasa ini jumlah keseluruhan pendukung kebudayaan ini diperkirakan sekitar 300 ribu jiwa.
Di masa silam orang Gayo pernah mengenal bahasan busana dari kulit kayu nanit, hasil tenunan sendiri dari bahan kapas, dan bahan kain yang didatangkan dari luar daerah Gayo. Periode pemakaian nanit sudah jauh dari ingatan orang sekarang, yang konon dipakai pada masa-masa sulit di zaman kolonial Belanda atau masa sebelumnya. Kegiatan bertenun pun sudah lama tak tampak dalam kehidupan mereka, kecuali pada masa pendudukan balatentara Jepang di mana kehidupan serba sulit. Busana yang diperkenalkan di sini dibatasi pada busana sub kelompok Gayo Lut yang berdiam di Kabupaten Aceh Tengah. Uraian tentang busana atau pakaian ini termasuk unsur perhiasan atau assesorisnya yang dikenakan dalam rangka upacara perkawinan, karena di luar upacara itu tidak tampak . adanya ciri busana khas Gayo, lebih-lebih pada zaman masa belakangan ini.



